Apa jadinya jika teknologi dirancang untuk mewujudkan fantasi tentang masa depan? Canggih dan, tentu, agak mencengangkan. Itulah yang bisa ditengok di event ke-44 Tokyo Motor Show (TMS) 2015.
Perhelatan otomotif internasional yang diprakarsai kalangan pabrikan mobil Jepang ini genap berusia 60 tahun pada tahun ini. Momentum itu membuat TMS terasa istimewa. Pertama, soal tempat penyelengaraannya yang tak biasa,
Tokyo Big Sight Conference Tower, gedung unik setinggi 58 meter dengan bentuk empat Piramida terbalik yang letaknya di kawasan Tokyo Bay.
TMS tahun ini juga memilh tema yang penuh sensasi, Your Heart Will Race. Tema ini, ungkap Ketua Japan Automobile Manufacturers Association (JAMA) yang juga Chairman Honda Motor. Co, Fumihiko Ike, mencerminkan semangat industri otomotif Jepang untuk menghadirkan teknologi terbaik di dunia.
Ekspresi semangat itu kelihatan betul di semua stan pabrikan mobil Jepang. Rata-rata menghadirkan konsep mobil masa depan yang “bisa dihadirkan sekarang”.
Nissan–-yang sejak tahun 1999 membangun aliansi dengan Renault (Prancis)--menyuguhkan tiga mobil konsep yang menyedot perhatian pengunjung, Nissan Gripz (
hybrid sport crossover), Nissan IDS, dan Nissan Teatro for Dayz, Dua mobil konsep terakhir ini adalah jenis EV (
electric vehicle
) yang dirancang untuk memberikan “kemerdekaan” penuh pada pengendaranya.
“Teknologi yang dikembangkan Nissan ke depan memang akan menghadirkan 'revolusi' antara mobil dan pengendaranya,” ujar Carlos Ghosn, President dan CEO Nissan saat memperkenalkan Nissan IDS kepada pers di pembukaan TMS, 28 Oktober lalu.
0 comments:
Post a Comment