Sunday, November 1, 2015

#2:Petani Bali Segera Mendapatkan Asuransi

berita dunia - #2:Petani Bali Segera Mendapatkan Asuransi


Mulai Desember tahun ini, petani di Bali akan mendapatkan perlindungan gagal panen dalam bentuk asuransi usaha tani padi atau AUTP.


Kadis Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Bali Wisnu Ardhana ‎menyatakan wilayah yang akan mendapatkan jatah pertama asuransi tersebut adalah Kabupaten Badung.

"Kami akan mengklasifikasi lahan sawah pertanian yang dapat memenuhi kriteria pendaftaran AUTP tersebut, setelah Badung akan dilanjutkan ke pekaseh dikabupaten lain," ujarnya, Jumat (30/10/2015).

Asuransi Usaha Tani Padi akan memberikan manfaat kepada petani terutama ganti rugi apabila usaha taninya gagal panen sehingga terhindar dari rentenir dan memiliki modal kerja untuk segera menanam kembali.

Klaim yang akan ditanggung sepertigagal panen sebagai akibat terkena banjir, kekeringan atau serangan hama tanaman.

Perusahaan asuransi yang mengkover kerugian akibat resiko tersebut kepada pihak lain adalah PT Asuransi Jasindo. Premi yang dibayar untuk memperoleh asuransi tani senilai Rp180.000 per Ha dan satu kali musim tanam. Pemerintah akan memberikan subsidi senilai Rp144.000 sedangkan sisanya ditanggung oleh petani Rp36.000.

Wagub Bali Ketut Sudikerta menuturkan permasalahan yang dihadapi disektor pertanian khususnya usaha tani padi saat ini adalah ketidakpastian hasil panen sebagai akibat dampat negatif dari perubahan iklim yang merugikan petani. Keberadaan asuransi ini diharapkan membantu mengupayakan perlindungan usaha tani.

Dia menegaskan‎ perlindungan usaha tani dalam bentuk asuransi pertanian merupakan upaya pemerintah dalam memproteksi petani sebagai halnya yang tercantum dalam Undang-Undang No.29/2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani yang ditindaklanjuti dengan penertiban Peraturan Menteri Pertanian No. 40/ 2015 tentang Fasilitas Asuransi Pertanian.

Lebih jauh, menurut Sudikerta pemberian sosialisasi asuransi pertanian kepada pekaseh dan kalihan subak se-Kabupaten Badung adalah salah satu langkah untuk mewujudkan subak abadi.

“Sosialisasi diberikan kepada pekaseh-pekaseh adalah upaya untuk membentuk subak abadi dimana asas manfaatnya adalah jika gagal panen maka dapat asuransi,” ujarnya.

Sudikerta juga berharap kepada pihak yang memfasilitasi asuransi khususnya Dinas Prtanian dengan penyuluhnya, PT Jasindo dan pekaseh dapat membantu petani agar program ini dapat berjalan dengan baik.

0 comments:

Post a Comment