Impian Yayan Tahyan (58) tidak muluk-muluk. Pemilik toko Bale Asih itu bercita-cita ingin melengkapi perlengkapan sekolahnya hingga tingkat SMA. Saat ini, baru perlengkapan sekolah SD saja yang ada di
tokonya.
"Pengennya mah yang SMP sampai SMA juga ada. Tapi belum cukup," kata Yayan kepada detikcom ditemui di kediaman sekaligus toko di Jalan Raya Timur, Kudang Singaparna, Tasikmalaya, Kamis (29/10/2015).
Yayan membuka tangan seluas-luasnya bagi siapa saja yang ingin ikut membantu. Baginy semakin banyak yang membantu, maka semakin banyak pula yang bisa dibagikan kepada anak-anak yang tidak mampu.
Baca: Menginspirasi! Semua Serba Gratis di Toko Bale Asih Bagi Siswa Tak Mampu
"Kalau ada yang mau nyumbang buku atau apa saja silakan. Bagi kami sangat bermanfaat," kata mantan guru SD Sukarame tersebut.
Cita-cita Yayan sebetulnya sederhana saja, di usia yang tak lagi muda ia ingin melakukan satu hal yang bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya. Kini meskipun ia telah pensiun dari PNS Tasikmalaya 10 tahun yang lalu. Tapi Yayan masih mengabdikan hidupnya untuk anak-anak SD dengan membantu perlengkapan gratis.
"Usia saya itu sudah masuk Isya, sebelum Subuh mudah-mudahan masih bisa bermanfaat," tandasnya.
Di Toko Bale Asih, Yayan tak hanya 'menjual' perlengkapan sekolah saja. Yayan juga menerima seragam yang sobek untuk ditukar dengan yang baru.
Saat ini Yayan bekerjasama dengan penjahit tuna daksa binaanya. Seragam-seragam yang dijualnya dengan gratis itu kini dijahit sendiri oleh penjahit tuna daksa. Sehingga biaya operasional lebih murah.
"Sekarang saya bekerjasama dengan penjahit tuna daksa, saya beri modal jadi saya beli kain seragam menjahitnya di dia. Saya bayarnya ke dia," ujar Yayan kepada detikcom, ditemui di kediaman sekaligus tokonya di Jalan Raya Timur Kudang Singaparna, Kamis (29/10/2015).
Karena memiliki penjahit seragam sendiri, kini Yayan juga menerima seragam sobek untuk ditukar dengan seragam yang baru.
"Ada yang bilang ke saya, Pak Rok saya sobek. Saya bilang ke sini kan saja, ganti dengan yang baru," kata Yayan.
Yayan tak sendiri, ia dibantu beberapa relawan untuk bergerak mensosialisasikan kegiatan sosialnya.
"Saya merasa satu visi sama Pak Yayan, menurut saya ini sosok panutan baik dari kepribadiannya, baik dari jiwa sosialnya," kata Agus Salim (36) yang kebetulan sedang berada di rumah Yayan.
Menurut Agus, ia membantu mempublikasikan dan menyurvei siswa-siwa miskin di Tasikmalaya. "Kalau ada yang butuh, saya kasih informasi. Begitu saja membantu Pak Yayan," ujar warga Cigalontar tersebut.
Sementara menurut tetangga Yayan, Tiara (21) yang juga berjualan warung nasi, pihaknya menyambut baik kegiatan sosial Yayan.
"Bagus soalnya jarang kan sekarang ada orang yang jualan gratis," katanya.
0 comments:
Post a Comment