Presiden Joko Widodo saat ini sedang berada di Sumatera. Ia dan rombongan datang sejak Kamis (29/10), untuk memantau kondisi kabut asap di wilayah tersebut.
Selama berada di Sumatera, Jokowi mengunjungi berbagai tempat yang terkena dampak kabut asap, termasuk Jambi. Saat berada di Jambi inilah sang presiden menyempatkan diri untuk singgah di SDN 181.
SDN 181 mempunyai satu kelas yang dipercontohkan sebagai ruangan bebas asap, yaitu ruang kelas III. Saat memasuki ruangan ini Jokowi sempat menanyai murid-murid bagaimana rasanya berada di kelas ini.
"Bagaimana udaranya?" tanya Jokowi. "Sejuk Pak," ujar para siswa yang ada di ruangan tersebut seperti dilansir oleh Tribbun Jambi, Sabtu (31/10).
Sebelumnya Mendikbud, Anies Baswedan sempat mengunjungi sekolah itu beberapa hari yang lalu. Ia jugalah yang memilih sekolah tersebut sebagai percontohan untuk ruang bebas asap.
Anies Baswedan datang bersama Profesor Zeily Nurachman pada Selasa (27/10). Mereka kemudian memasang perangkat penyaring udara di sekolah tersebut.
"Kita tadi melihat kelas aman asap menggunakan membran sehingga udara disaring," ujar Anies. "Udara di dalam bersih dan bisa digunakan untuk belajar mengajar."
Lebih lanjut, Anies menambahkan untuk memasang perangkat tersebut tidak diperlukan biaya yang mahal. "Harganya murah sekitar Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu ditambah dengan exhaust fan dan tanaman untuk mengurangi polutan," ujarnya.
Desain seperti yang terdapat di SDN 181 itu telah diuji coba di Sumatera Barat. Perangkat tersebut berhasil menurunkan ISPU yang saat itu 280 menjadi hanya berada di angka 70 saja.
Melihat keberhasilan tersebut, rencananya perangkat itu akan direalisasikan di 170 ruang kelas. Diutamakan di sembilan provinsi di Sumatera dan Kalimantan yang rentan terpapar kabut asap setiap tahunnya. (wk/kr)
0 comments:
Post a Comment